Kehidupan Gay di Makassar

Galeri

Dewasa ini perkembangan dan pertumbuhan kota di beberapa daerah di indonesia cukup berkembang pesat dapat kita lihat gedung-gedung yang menjulang tinggi ke angkasa terlihat kokoh dan berdiri ditengah-tengah daerah perkotaan, salah satu pembangunan yang cukup berkembang pesat adalah pembangunan di sektor industri hiburan dapat kita lihat berbagai tempat-tempat hiburan di perkotaan terus mengalami pertambahan. Mulai dari tempat hiburan yang dinikmati oleh semua golongan, tempat hiburan untuk anak-anak, tempat hiburan untuk kalangan remaja dan dewasa, serta tempat hiburan yang di datangi oleh golongan-golongan tertentu saja seperti diskotik.

Setiap tempat hiburan malam sudah pasti memiliki daya tarik tersendiri dan mempunyai kelebihan masing-masing, kesamaan dalam mencari sebuah hiburan dengan cara menghabiskan waktu oleh beberapa masyarakat perkotaan ini kemudian memunculkan gaya hidup (life style) dalam masyarakat perkotaan. Selain itu kemajuan teknologi turut berperan besar pada kemajuan industri hiburan di perkotaan dan salah satu yang paling mempengaruhi oleh kemajuan teknologi adalah diskotik.

Peralihan dari piringan hitam menuju CD (Compact Disc), hingga DVD dan penambahan daya suara dari Sound system hingga lampu-lampu gemerlap yang semakin mengkilau dan ditambah dengan kehadiran sinar laser merupakan bagian dari perkembangan diskotik yang sangat mempengaruhi oleh kemajuan tekhnologi.

Suasana di tempat clubbing seperti di diskotik, bar, kafe, dan sejenisnya tidak beda jauh dari suasana pesta dimana clubbers bebas bergoyangdan berdansa mengikuti iringan musik yang dimainkan oleh seorang DJ. Clubber adalah istilah bagi mereka yanggemar clubbing di diskotek (Ruz,2005).Kebanyakan dari remaja yang melakukan aktivitas ini adalah mereka yang berasal dari keluarga berada dan selalu mengikuti perkembangan jaman. Penampilan fisik mereka terlihat modis dengan pakaian model terkini hingga gaya rambut yang juga sedang popular.Anak-anak muda yang sering pergi keklub malam juga biasanya gemar begadang (tidak tidur hingga pagi) danmempunyai bahasa pergaulannya sendiri (Ruz, 2005).

Pilihan tempat-tempat hiburan malam dapat membingungkan mengingat sebagain besar dan bertambahnya jumlah tempat hiburan yang di tawarkan, namun tidak bagi sebagian clubbers yang selalu dapat menikmati tempat hiburan malam tersebut setiap saat. Pilihan pengalaman clubbers dapat dikaitkan dengan serangkaian pertanyaan tentang bagaimana melihat diri kita dalam hubunganya dengan kerumunan clubbing.

Menurut Hurlock (dalam Muhammad Liyansah 2009) mengatakan bahwa minat simbol dan status terbagi dalam beberapa hal, yaitu bergabungnya remaja dalam kelompok dapat diterima sebagai anggota karena penampilanya atau perbuatanya yang sama dengan kelompok lain, menunjukan bahwa mereka memiliki status ekonomi yang lebih tinggi dengan teman sebayanya , pencapaian prestasi tertinggi sehingga dapat dibanggakan oleh teman sebayanya.

Hal tersebut dapat terlihat ketika dugem dianggap oleh para clubbers yang merupakan sebuah kemajuan dan bagi mereka sebuah kemajuan itu adalah sesuatu yang harus diikuti, para clubbers beranggapan bahwa kebudayaan barat berserta gaya hidupnya adalah sebuah kemajuan kemudian memenunculkan konsep ketinggalan pada mereka yang tidak mengikuti trend tersebut.

Para Clubbers umumnya menganggap bahwa gaya hidup yang mereka lakukan adalah bagian dari sebuah peradaban yang bisa dikatakan lebih maju. Dan mereka menganggap bahwa orang-orang yang tidak menjalani kehidupan seperti mereka ini dianggap sebagai orang yang tertinggal dibanding dengan mereka.

Gaya hidup dugem merupakan seperangkat praktik dan sikap untuk mengkonsumsi hiburan malam yang membedakan antara individu satu dengan yang lainya, yang digunakan untuk melukiskan individu beserta status individu tersebut. Terdapat sikap yang dapat di definisiakan sebagai perasaan, pemikiran, perilaku seseorang terhadap aspek di lingkungan sekitarnya,

Aktivitas waktu luang merupakan sesuatu yang sangat penting bagi banyak orang. Bahkan didalam kenyataannya aktifitas waktu luang mungkin akan menjadi sesuatu yang sangat penting dan memiliki makna di dalam kehidupan manusia.  Kelly (dalam Muhammad Liyansyah 2009). Berkaitan dengan aktifitas waktu luang jaman sekarang , salah satu aktifitas waktu luang yang sedang di gemari oleh kalangan masyarakat kota saat ini, adalah Dugem dan telah menjadi budaya industri yang utama.

Dugem dijadikan sebagai sarana yang paling dianggap populer dalam kehidupan malam oleh sebagian remaja, walau pun mereka menyadari bahwa akan terdapat kontra yang negatif mengenai dugem, serta pengaruh buruk yang mereka terima saat melakukan dugem. Kegiatan dugem yang dilakukan sebagaian remaja di kota ini dijalani tanpa sepengetahuan orang tua mereka, meskipun juga terdapat orang tua yang mengetahui kemana anak mereka pergi hanya saja orang tua tidak memonitor mereka.

Jika tidak melakukan dugem maka sebagian remaja akan merasa bersalah dan akan menimbulkan rasa bosan,dan stress atau ada sesuatu yang kurang dari dalam diri mereka,hal ini dapat terjadi dikarenakan mereka menjadi lebih percaya diri dan mendapatkan kenyamanan ketika melakukan dugem sehingga hal tersebut menjadikannya sebagai sebuah gaya hidup (life style)

Dugem dalam kamus besar bahasa Indonesiadugem mempunyai dua arti Pertama gaya (irama) dalam bentuk musik yang digemari oleh remaja-remaja yang bersifat kontemporer kedua kelab malam tempat muda-mudi mendengarkan musik atau menari irama disko seperti inilah pada saat ini dugem sangat di ganrungi oleh masyarakat pada kota-kota besar. Istilah disko ini berubah dan pada saat yang sama pula pada hedonis mendefenisikan sebagai dugem bukan hanya itu lampu dan musik di kemas dengan berbagai macam cara dan akan tetapi praktek pronografi sudah masuk didalamnya seperti tari erotis, kerancingan disko. Dimata masyarakat dugem sangat identik dengan hal-hal yang negative,meskipun dugem bagi sebagian kalangan merupakan hal yang berbau negatif akan tetapi istilah ini sangat familiar dan populer dikalangan perkotaan.

Kehidupan malam kota metropolitan tidak pernah berhenti bernapas aktifitasnya seperti lounge, Pup, diskotik yang menunjukan paket acara hiburan yang dikemas dalam suasana santai mulai dari sexy dan cers’s, model, DJ (Andry Stevano, 2007).

Remaja cenderung seringkali membuat kesalahan yang sangat vatal dikarenakan rasa ingin tahunya terhadap segala hal, sehingga remaja terjerumus kedalam masalah yang tidak terduga yang berakibat kepada hal yang negatif dan sangat merugikan remaja itu sendiri, karena rasa ingin tahunya yang sangat tinggi membuat remaja ingin sekali merasakan pacaran yang sesama jenis maupun lawan jenis sampai kelewatan batas.

Banyak yang mempengaruhi remaja ke hal-hal yang negatif diantaranya : merokok, minum-minuman keras seks bebas dll yang dapat merusak diri remaja itu (Majalan Permata, 2002).

Sama halnya dengan kehidupan manusia ada yang, lurus kedepan tetapi ada juga yang salah jalan dalam artian menyimpang. Demikian juga kehidupan seksual ada menyukai perempuan (heteroseksual) tetapi ada pula yang menyukai sesama jenis homoseksual yaitu laki-laki merindukan laki-laki(gay) dan perempuan merindukan perempuan (lesbian), bahkan ada pula yang tertarik dengan keduanya, yaitu biseksual. Kalangan kalangan inilah yang dianggap salah jalan dalam kehidupanya dan biasa disebut sebagai penyimpangan seksual.

Banyak faktor yang menyebabkan seorang laki-laki menjadi gay. Sampai sekarangpun penyebab-penyebab tersebut masih diperdebatkan dan dibicarakan mulai dari faktor generasi psikologi, lingkungan dan pergaulan faktor ekonomi sampai faktor takdir (Lanang Priaga 2003).

Ada pun ciri-ciri mereka yang dapat kita identifikasi sebagai seseorang yang berprilaku sebagai gay, menurut Lanang Priaga, 2003 dalam bukunya Menembus Gay Jakarta menjelaskan ciri-ciri umum mereka sebagai berikut :

  • Tubuh Atletis
  • Wangi
  • Wajah tanpak teduh
  • Hobby shopping
  • Pandai bertutur kata
  • Lebih suka menyendiri
  • Menyukai film Romantis
  • Akrab dengan wanita
  • Tidak suka dengan laki-laki yang kurang Macho
  • Jika melihat laki-laki ganteng yang pertama mereka lihat adalah mukanya lalu turun ke selangkangan
  • Menyukai film romantis
  • Terangsang dengan foto laki-laki telanjang dan Video seksual Gay

Selain mereka mempunyai ciri-ciri yang spesifik kaum gay pun mempuyai komunitas untuk berinteraksi dengan sesama mereka atau di luar sesamanya , di jejaring sosial Facebook dapat dilihat komunitas mereka di antaranya :

  • GAYa Nusantara
  • GAYa Celebes
  • Forum Mengenal dan Memahami Homoseksual
  • Aslina gay Makassar
  • Cowok-Cowok Idaman Pria
  • Komunitas SEHATI Makassar
  • Lelaki Indonesia

Satu tanggapan »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s