Death Metal di Makassar

Galeri

Manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Interaksi tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhannya dalam melangsungkan kehidupan. Manusia membentuk sebuah kelompok atau komunitas baik untuk pemenuhan kebutuhan maupun untuk mempertahankan diri. Kelompok itu kemudian terbentuk karena adanya kesamaan di antara mereka. Komunitas sebagai suatu kesatuan hidup manusia, yang menempati suatu wilayah yang nyata, dan berintaraksi menurut suatu sistem adat-istiadat, serta yang terikat oleh suatu rasa identitas komunitas (Koentjaraningrat : 1990 : 148).

Perkembangan kebudayaan manusia yang ditandai dengan penggunaan teknologi tingkat tinggi serta pertambahan jumlah penduduk yang pesat, dapat menyebabkan terjadinya konsentrasi tempat tinggal yaitu daerah perkotaan, Kota merupakan pusat aktivitas serta menjadi kecenderungan kebudayaan dari kota lain. Masyarakat urban (perkotaan) dengan kondisi sosial budayanya yang begitu kompleks sehingga menghasilkan berbagai alternatif kebudayaan bagi masyarakat urban (perkotaan), salah satu kecenderungan budaya sebagai alternatif dan juga sebagai bentuk perlawanan terhadap kebudayaan yang konservatif, khususnya generasi muda ialah komunitas death metal.

Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian. Peneliti tidak akan berbicara banyak tentang Jenis musik death metal ini melainkan hanya akan menulis bagaimana pola perilaku, sekilas tentang bagaiman gaya hidup dan implikasi sosial budaya anak-anak death metal ini sehingga menjadi sebuah komunitas yang memiliki ciri khas dan memiliki kebudayaan tersendiri dalam suatu masyarakat, misalnya dalam masyarakat kota seperti Makassar.

Komunitas death metal di Kota Makassar ini adalah suatu sub-kelompok yang ada di Kota Makassar yang memiliki identitas tersendiri. Berbeda dengan komunitas yang lainnya, mulai dari cara bersikap, gaya penampilan, sampai kemudian pada selera musik. Death metal Di Indonesia hampir semuanya memiliki ciri sama. akan tetapi komunitas death metal di kota Makassar ini meskipun pada warna musik, mereka hampir tidak ada bedanya dengan komunitas death metal lainnya yang ada di Indonesia. Akan tetapi, komunitas death metal Makassar ini begitu lekat dengan identitas budaya Makassarnya.

Perkembangan terakhir menjelaskan warna death metal tidak hanya pada dunia musik dan pola konsumsi, melainkan lebih dari itu model atau gaya berpikir, akan tetapi mereka juga bergerak dan memperjuangkan lingkungan, tema politik dan beberapa kritik sosial yang sifatnya propaganda bahkan isu-isu lingkungan yang dijadikan sebuah lirik lagu dan beberapa gambar pada baju-baju yang mereka konsumsi. Selain itu mereka juga membentuk komunitas berdasarkan tempat di mana mereka sering bertemu dan berkumpul, komunitas yang satu dan lainnya memiliki hubungan yang erat, hal itu dapat kita lihat dan buktikan ketika mereka bertemu dalam suatu acara musik biasanya mereka akan saling tegur sapa meskipun mereka belum kenal. Dari penjelasan ini dapat kita jadikan sebuah asumsi bahwa ada ikatan identitas antara mereka yang menjadi sebuah symbol komunitas atau identitas kelompoknya. Dan itu disepakati bersama. Seperti contohnya ketika mereka memiliki acara musik mereka seragam memakai pakaian serba hitam.

Dari penjelasan di atas dapat kita kemukakan bahwa komunitas death metal Makassar ini, telah menjadi bagian dari kota Makassar dan merupakan fenomena yang harus dicermati oleh kaum akademisi seperti kita karena dia menjadi bagian dari masyarakat perkotaan yang pastinya memiliki pola perilaku dan bahkan memiliki semboyan hidup dan bisa jadi mereka memiliki budaya tersendiri, sehingga menjadi masalah sosial budaya.

Tidak sedikit teman-teman mahasiswa pernah bertanya: apakah sebenarnya itu death metal Makassar? dari pertanyaan – pertanyaan tersebut penulis mengambil sebuah kesimpulan bahwa komunitas death metal Makassar ini merupakan sebuah fenomena menarik (relatif baru) yang lahir dalam budaya perkotaan, berdasar dari beberapa uraian diatas penulis tergerak untuk melakukan suatu penelitian dalam rangka pengkajian lebih mendalam mengenai bagaimanakah realitas “Makassar Death Metal di Kota Makassar”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s