Masyarakat dan Puskesmas

Galeri

Kesehatan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dari mutu kehidupan dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal yang diwujudkan antara lain dengan membangun puskesmas di seluruh Indonesia (UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992).

Untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat banyak hal yang perlu dilakukan, salah satu di antaranya dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatnya kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat (Azrul Azwar, 1996).

Pembangunan kesehatan menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa, tetapi ada beberapa tanggung jawab pemerintah yang tidak boleh dihilangkan, dimana salah satunya adalah kewajiban menyediakan biaya program pelayanan kesehatan esensial bagi penduduk miskin.

Masyarakat merupakan subjek sekaligus objek dalam pembangunan, oleh sebab itu masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan. Sehingga dperlukan sumber daya manusia yang bermutu untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas. Indikator kualitas masyarakat dapat dilihat dari beberapa aspek, salah satu aspek terpenting yang menjadi indikator mutu masyarakat yaitu mutu di bidang kesehatan.

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, dimana Program Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari program pembangunan kesehatan nasional. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik, seharusnya menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah, baik peningkatan mutu kelembagaan maupun sarana prasarana kesehatan. Hal ini, dikarenakan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat sangat mempengaruhi mutu sumber daya manusia dan lingkungan. Menurut Sutyastie Soemitro,bidang kesehatan merupakan salah satu variabel utama indikator mutu manusia. Lebih jauhmenurutnya pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan memperlihatkan sejauh mana perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap kualitas masyarakat (Kompas, 3 Februari 2001). Perbaikan derajat kesehatan masyarakat tersebut sangat relevan bila diikuti dengan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai.

Kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai harganya. Sebanyak apapun harta yang dimiliki oleh seseorang, namun tidak ada artinya bila orang tersebut tidak mempunyai tubuh yang sehat, yaitu dengan memeriksakan diri ke sarana-sarana pelayanan kesehatan, diantaranya adalah puskesmas.

Puskesmas adalah suatu persatuan kesehatan fungsional merupakan, pusat pengembangan kesehatan masyarakat disamping juga membina peran serta masyarakat, memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Oleh karena itu puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya.

Wilayah kerja puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan. Faktor kepadatan penduduk, luas daerah geografi dan keadaan istruktur serta lainnya merupakan bahan bertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas.

Puskesmas merupakan perangkat Pemda Tingkat II sehingga wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh Bupati/Walikota kepada Daerah Tingkat II dengan saran Teknis dari Kepala Kantor Departemen Kesehatan Propinsi. Pelayanan kesehatan yang diberikan di puskesmas ialah meliputi: preventif (pencegahan kesehatan), promotif (peningkatan kesehatan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan).

Puskesmas merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan, yang saat ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Puskesmas merupakan suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam satu wilayah kerja tertentu dengan usaha-usaha kesehatan pokok (Entjang, 1986:154). Menurut rumusan Sistem Kesehatan Nasional (SKN), puskesmas adalah salah satu bentuk pokok pelayanan kesehatan di Indonesia, dan merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang tergolong primary health care (Budioro, 1997:130). Dari pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa keberadaan Puskesmas seharusnya dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mencapai derajat kesehatan yang setinggi tingginya.

Dari berbagai program puskesmas untuk lebih jauh diharapkan kembali menjadi basic six (6 program) dimana 6 program ini diharapkan akan membawa hasil yang lebih efektif dan efisien walaupun dalam hal ini puskesmas perlu menggali lebih jauh kebutuhan (need) yang harus dilaksanakan sesuai dengan kondisi wilayah yang ada.

Visi Puskesmas Bulukunyi :

Terwujudnya masyarakat yang sehat dan berwawasan kesehatan di wilayah Puskesmas Bulukunyi melalui pelayanan prima dengan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

Misi Puskesmas Bulukunyi :

  1. Meningkatkan pembangunan kesehatan di wilayah Puskesmas Bulukunyi.
  2. Mendorong kemandirian hidup keluarga dan masyarakat.
  3. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar memuaskan masyarakat serta mengupayakan pemerataan pelayanan kesehatan.
  4. Mendorong penerapan PHBS di masyarakat dalam wilayah kerja Puskesmas Bulukunyi.

UPT Dinkes (puskesmas) Bulukunyi salah satu di antara 14 puskesmas di Kabupaten Takalar, terletak di wilayah Kecamatan Polongbangkeng Selatan Desa Bulukunyi, kira-kira 12 km dari ibukota takalar dan mempunyai wilayah kerja 4 Desa yaitu:

  1. Desa Bulukunyi
  2. Desa Cakura
  3. Desa Lantang, dan
  4. Desa Moncongkomba

Batas-batas wilayah kerja Puskesmas Bulukunyi, sebagai berikut:

  • Sebelah Utara Kelurahan Maradekaya (Kec. Pattallassang)
  • Sebelah Barat Kelurahan Bontokadatto (Kec. Polongbangkeng Selatan)
  • Sebelah Selatan Kecamatan Bangkala Barat (Kab. Jeneponto)
  • Sebelah Timur Desa Ko’mara (Kec. Polongbangkeng Utara)

Ulasan sederhana tentang tanggapan masyarakat terhadap keberadaan puskesmas menjadikan inspirasi besar bagi penulis untuk membuat sebuah studi lebih lanjut dengan judul : “Tanggapan masyarakat terhadap Puskesmas sebagai pranata sosial di Kelurahan Bulukunyi, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s